Masuk/Daftar
Semua RilisanMMusik Diwakt...

  • Label:

  • Format:
    • Negara:
    • Rilis:

    Daftar Lagu

    • A1
      Tanah Airku
      Songwriter - Praktikto
    • A2
      Pastorale
      Songwriter - R. Koesbini
    • A3
      Rajuan Pulau Kelapa
      Songwriter - Ismail Mz.
    • A4
      Djauh Dimata
      Songwriter - Ismail Mz.
    • B1
      Moritsku
      Songwriter - N.n.
    • B2
      Pulau Kenangan
      Songwriter - Moch. Joesoef
    • B3
      Serenade
      Songwriter - R. Koesbini
    • B4
      Awan
      Songwriter - AdikarsoSongwriter - N.n.

    Kredit

    Catatan

    Side 1 : IML. 007 
    Side 2 : IML. 008 

    MUSIK DIWAKTU SENGGANG

    Musik krontjong lahir dari improvisasi belaka. Pemain2nja umumnja bukanlah pemain2 musik jang terdidik, jang pandai membatja not atau menguasai tehnik memainkan alat2 musiknja. Tetapi mereka adalah pemain2 jang suka pada musik, suka pula pada alat2nja. Umumnja mereka adalah orang2 biasa, jang suka pada musik, suka memainkan alat musik, lalu kumpul bersama dan main bersama. Kalau mula2 tjara mainnja memang amat sederhana sekali, maka dalam perkembangan musik krontjong hingga sekarang, musik itu telah mentjapai suatu tingkatan jang tidak bisa diabaikan begitu sadja. Perpaduan suara alat2 musik jang telah didapat dalam bermain bersama itu telah mendjadi dasar pembawa ritme jang aneh, unik dan menarik. Pada krontjong sebagai musik improvisatoris, hal2 itu tidak lagi dapat dihilangkan begitu sadja. 
                  
    Jang utama dalam krontjong memang adalah penjanjinja. Njanjian krontjong selalu disadjikan dengan penuh perasaan, menurut segenap isi djiwa penjanji. Njanjian ini kemudian diseling djuga dengan suara alat2 musik tunggal seperti biola, seruling, trompet, clarinet atau lainnja. Bahkan sesudah usaha2 modernisasi krontjong, djuga dengan gabungan alat2 musik. Toh, hingga sekarang, suara penjanji masih tetap jang utama, karena kata2 jang dikemukakan dalam njanjian itulah jang menarik karena isi dan romantiknja. 
                 
    Alat2 musik jang mendjadi alat2 musik dasar pada krontjong adalah gitar, cello, bas, krontjong (ukulele) dan ketjrek (banjolele). 
                 
    Gitar pada krontjong mula2 mempunjai fungsi pembawa irama sadja, tetapi sedjak sekitar tahun tigapuluhan digunakan djuga sebagai pembawa melodi. Bahkan pada waktu ini pemain melodi-gitar dalam krontjong mengambil tempat jang utama. Permainannja merupakan rangkaian not2 jang menjaling2 mengikuti melodi njanjian, dan monotone sekali terdengarnja. Tetapi djustru rangkaian not2 setjara arpeggio menuruti harmoni jang ditentukan itulah, karena suaranja jang monotone, membawakan suasana merenung, suasana mengelamun jang begitu spesifik dalam krontjong. 
                 
    Cello mendjadi pembawa ritme jang menjendiri djuga. Cello digunakan untuk mendapatkan suara jang mirip suara kendang. Tetapi, dalam meniru suara kendang itu cello mempunjai kelebihan, bahwa suara nadanja dapat menuruti djuga harmoni jang seharusnja. Gong sebagai sambutan akan suara kendang itu, ditjiptakan dengan petikan pada bas. Kerdjasama antara pemain cello dan pemain bas dalam krontjong ini memang sangat rapat, dan perpaduan suara kedua alat itu sangat menentukan keseluruhannja. Ritme jang sudah demikian spesifik ini ditambah lagi dengan suara sahut-menjahut antara krontjong dan ketjrek, jang mengalun dan merupakan sematjam tjap dari musik krontjong pada umumnja itu. 
                  
    Rekaman ini mendjadikan suara biduanita krontjong jang sudah amat populer di Indonesia, jaitu MISS NETTY, jang memilih suatu repertoire lagu2 krontjong jang beraneka ragamnja. Dari zaman permulaan musik krontjong (MORITSKU), melalui pelbagai lagu dalam matjam2 bentuk, sampai pula pada RAJUAN PULAU KELAPA, SERENADE, dan PASTORALE jang lebih modern. Sebagai alat pembawa melodi digunakan biola dan seruling, tetapi dua alat itu njata lebih diutamakan, pun lebih sesuai, sebagai pengiring njanjian MISS NETTY sadja.
    Dengan rekaman setjara Hi-Fi (high fidelity recording) sadjian krontjong ini benar2 mendjadi suatu sadjian musik asli, jang selain djauh daripada tidak patut" pun benar2 bisa dirasakan sebagai musik untuk dinikmati diwaktu jang senggang.




    KRONCHONG is a special kind of Indonesian music, created by improvisation. Most of the musicians in a Kronchong Orchestra are common artists (unschooled in music). But they are artists with love for music and love for their instruments. They play with their hearts and the skill they gained by experience. That is why their music as a whole is so unique. 
                
    Most important in kronchong is the vocalist. The music instruments are merely meant for accompaniment only. In a Kronchong Orchestra certain music instruments are indispensable, i.e. the guitar, the cello, the bass, the ukulele and the banjolele. 
                 
    At first, the guitar is meant for rhythmic accompaniment only. But after the thirties the guitar became more important as a melody instrument. This melody is formed of the notes of the harmonic chords and is played in a never stopping arpeggio. It sounds very monotonous and the notes are dancing and jumping around the vocalist's voice like fairies around a sacred fire. Its monotonous sound brings to the listener an intoxicating lamentation. 
                
    The cello has a special function in kronchong orchestras. It has to bring forward an imitation of the drum-rhythmics of the kendang (small Indonesian drum). It sounds livelier and by using the cello for this purpose, the harmonic side can be followed. This cannot be achieved by using a kendang. The bass in this connection has to imitate the gong-beat, as the finishing sound on the kendang-rhythm. The bass is also the bearer of the tempo on the whole. 
                  
    To all these specific rhythmics is also added the monotonous sounds of the uke and banjo. Every uke-beat is always followed by one banjo-beat and this combination brings forward a certain dreamy mood to the listener. As a background for the vocalist, in combination with the melodious notes by the guitarist, this kind of accompaniment in Indonesian music has become very popular and very unique.
    The repertoire heard here is a group of eight kronchong favorites, sung by a popular kronchong-vocalist, MISS NETTY. It is pure Indonesian music, presented by a group of artist, who by improvisation created a strange kind of rhythm, which is becoming more and more popular in this never stopping development of kronchong.


    THE INDONESIAN MUSIC CO. IRAMA LTD.

    Rekomendasi


    TEMUKAN